Selasa, 08 Januari 2013

Jokowi Terpilih Sebagai Wali Kota Terbaik Ketiga Dunia

Joko Widodo alias Jokowi.


Berikut para wali kota yang berada dalam 10 peringkat dunia: 1. Iñaki Azkuna, Bilbao, Spanyol; 2. Lisa Scaffidi, Perth, Australia; 3. Joko Widodo, Surakarta, Indonesia; 4. Régis Labeaume, Québec City, Kanada; 5. John F Cook, El Paso, AS; 6. Park Wan-su, Changwon City, Korea Selatan; 7. Len Brown, Auckland, Selandia Baru; 8. Edgardo Pamintuan, Angeles City, Philippines; 9. Mouhib Khatir, Zeralda, Aljazair; 10 Alfonso Sánchez Garza, Matamoros, Mexico.  (*)

Kamis, 03 Januari 2013

Kegiatan "Sail Komodo 2013" Dilaksanakan 27 Juli Mendatang


http://id.berita.yahoo.com/foto/komodo-di-pulau-rinca-slideshow/
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau ini, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Pulau Komodo  diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1986. Tempat ini terkenal dengan keanekaragaman hayatinya, pantai indah dan tentu saja inilah tempat kita bisa melihat Komodo dalam kehidupan alaminya.

Untuk bertemu Komodo, tak harus ke Pulau Komodo karena Komodo juga ada di Pulau Rinca, yang letaknya lebih dekat dari bandara Labuan Bajo. Dari Jakarta, kami naik Merpati ke Denpasar, lalu berganti pesawat dari Denpasar ke Labuan Bajo, Flores.

Dengan Rp 250 ribu per orang, pengunjung bisa menyewa sebuah kapal kecil untuk mengunjungi Komodo di Pulau Rinca. Perjalanan menuju Rinca memakan waktu 2 jam, tak terasa karena pemandangan yang begitu indah di  wilayah Taman Nasional Komodo yang berdekatan dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang.

Kegiatan Sail Komodo 2013
Kegiatan Sail Komodo 2013 dilaksanakan untuk mempromosikan obyek wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke mancanegara. "Salah satu dampak yang diharapkan dari pelaksanaan Sail Komodo 2013 adalah mempromosikan destinasi wisata NTT ke seluruh penjuru dunia sehingga dapat memperkuat potensi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi NTT, Welly Pah di Kupang.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT kini sedang mengembangkan semua potensi wisata agar mampu menarik minat wisatawan ke NTT.

Welly mengatakan pelaksanaan Sail Komodo 2013 dapat memperkuat potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan bertambahnya kesempatan kerja, khususnya di bidang kelautan, perikanan, pariwisata dan transportasi.

"Dengan demikian Sail Komodo bermanfaat bagi percepatan pembangunan di NTT dan memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga, serta membuka peluang pengembangan usaha pada setiap destinasi wisata," kata Welly Pah.
Kegiatan Sail Komodo 2013 bermanfaat untuk melestarikan potensi alam dan budaya NTT serta mempersiapkan NTT sebagai destinasi utama pariwisata dunia dalam kerja sama regional antara Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Welly, Sail Komodo yang akan dilaksanakan dari tanggal 27 Juli 2013 juga berguna untuk meningkatkan wawasan bahari, kesadaran konservasi lingkungan laut, kemampuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya laut sebagai sumber ekonomi dan sumber kehidupan masyarakat.

Pemerintah pusat awalnya meragukan pelaksanaan Sail Komodo 2013 dilaksanakan di NTT, karena acaranya cukup padat dan memakan waktu cukup lama. Namun, setelah mendapat penjelasan dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bahwa NTT hampir setiap tahun menerima peserta Sail Indonesia yang merupakan pintu masuk para pelaut, akhirnya Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyetujui pelaksanaan Sail Komodo 2013 ini.

"Sudah disepakati bahwa pada tahun 2013 ini hanya ada Sail Komodo di NTT, sehingga provinsi lain tidak boleh lagi membuat kegiatan sail agar kegiatan Sail Komodo semakin fokus dan bisa sukses dilaksanakan," katanya.

Rute perjalanan Sail Komodo 2013 adalah Kota Kupang sebagai pintu masuk dengan lokasi kunjungan Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Nagekeo, Ngada, Ngada, Sikka, Ende dan Lembata serta Manggarai Barat sebagai pusat kegiatan Sail Komodo 2013.

Sementara destinasi baru Sail Komodo 2013 yakni Atapupu di Kabupaten Belu, Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Diagendakan penerimaan peserta Sail Komodo 2013 di Kupang oleh Wapres Boediono dan kota-kota yang menjadi tujuan peserta Sail Komodo akan diterima oleh menteri, dirjen atau bupati setempat. Sedangkan acara puncak pembukaan Sail Komodo 2013 dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemerintah Provinsi NTT mengusulkan kepada pemerintah pusat dana sebesar Rp 3,7 triliun untuk persiapan dan pelaksanaan Sail Komodo 2013. Dana sebesar itu akan digunakan untuk pembenahan sarana dan prasarana infrastruktur dan obyek wisata untuk menyambut kegiatan Sail Komodo 2013. (*)


Anggunnya Gaya Rambut Miss Universe 2012

Bangkok Hotel - Bandingkan Tarif Hotel di Bangkok. Tarif terbaik hanya di Wego Indonesia

Bangkok Hotel - Bandingkan Tarif Hotel di Bangkok. Tarif terbaik hanya di Wego Indonesia

Hotel Murah, Tiket Pesawat & Paket Wisata | Wego Indonesia

Hotel Murah, Tiket Pesawat & Paket Wisata | Wego Indonesia

Minggu, 30 Desember 2012

Ruhut Sitompul: Saya Masih Menjabat Ketua Departemen Kominfo DPP Partai Demokrat


Ruhut Sitompul. (foto/istimewa)
Ruhut Sitompul, yang sering dikenal dengan sebutan “Poltak Raja Minyak dari Medan” salah satu politisi Partai Demokrat ini menegaskan, sampai saat ini dirinya masih tetap menjabat sebagai Ketua Departemen Kominfo DPP Partai Demokrat (PD).

Menurutnya, pemecatan sepihak oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum adalah tidak sah dan melanggar AD/ART Partai Demokrat. Ia menjabarkan aturan partai mengenai pemecatan anggota. “Pasal 4 AD/ART PD mengatur tentang pemberhentian kader demokrat. Diatur, keanggotaan partai berakhir karena meninggal dunia, mengundurkan diri secara tertulis, menjadi anggota partai politik lain, dan melanggar AD/ART. Dia menambahkan, bahwa bukti surat keputusan pemecatan dirinya yang sampai saat ini belum disampaikan kepada dirinya. Apalagi, sampai saat ini surat yang dimaksud belum ditunjukkan kepada publik.

"Jadi, pasal mana yang saya langgar?,” tegasnya.

“Dengan hal ini, saya masih Ketua Departemen Kominfo Partai Demokrat. Pemecatan saya hanya dilakukan sepihak oleh Anas. Oleh karena itu tidak sah. Saya minta kalau memang saya dipecat tunjukkan SK pemecatan saya, karena sampai sekarang saya belum menerima SK tersebut. Seperti yang tertulis di ayat 2 nya keputusan pemberhentian merupakan kewenangan Dewan Kehormatan yang kemudian dieksekusi oleh DPP. DK lah yang memutuskan yang dipimpin langsung oleh SBY, sementara DPP hanya eksekutifnya yang hanya menjalankan keputusan DK,” ujar Ruhut ketika dihubungi wartawan, Minggu (30/12) di sela-sela libur tahun barunya di New York, Amerika Serikat.

“Di Partai Demokrat ini ada Komisi Pengawas yang di pemerintahan seperti lembaga yudikatif dan memiliki kewenangan untuk memeriksa dan melakukan verifikasi. Setelah itu Komwas tersebut  kemudian memberikan mengadili dan mengeluarkan keputusannya yang setelah itu diserahkan pada DK. DK kemudian mengambil keputusan sesuai rekomendasi ini dan kemudian ini dieksekusi oleh DPP, “ tegasnya lagi.

Ruhut menegaskan kembali, Partai Demokrat adalah SBY yang santun dan taat pada aturan yang ada. Partai Demokrat bukanlah Anas yang otoriter. SBY, puji Ruhut, jelas memahami aturan termasuk aturan partai, sementara Anas  bukan hanya tidak memahami hukum dengan tudingan kasus korupsi yang melibatkannya, tapi juga tidak memahami AD/ART Partai Demokrat. “Justru dia sendiri yang sekarang terbukti melanggar AD/ART partai itu," ucapnya.(*)

Jumat, 28 Desember 2012

Jenazah TKI yang Meninggal di Dubai UEA Tiba di Indonesia

Ilustrasi
Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Maros Darni Binti El Maklun, yang meninggal di Dubai, Uni Emirat Arab dijadwalkan tiba di terminal kargo, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (28/12/2012).

Jenazah meregang nyawa sejak 18 Oktober lalu. Namun, akibat kepengurusan yang rumit akhirnya jenazah baru dapat dipulangkan saat ini. Jenazah akan disemayamkan di rumahnya Batangase Permai dan keesokan harinya, Sabtu (29/12/2012) akan dimakamkan di Kecamatan Camba Kabupaten Maros, Sulsel.

Legislator Maros Akbar Endra yang mengawal proses pemulangan jenazah mengatakan jenazah telah tiba di bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 16.00 wib. Namun terkendala proses pengurusan kargo untuk penerbangan ke Kota Makassar sehingga menelan waktu.

Menurut Akbar, jenazah akan diterbangkan menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 652 pukul 20.45 wib, nomor airwaybill:126-05954270. Jenazah pun diperkirakan tiba di terminal kargo pukul 23.00 wita.

Seorang TKI Meninggal di Perkebunan Sawit Malaysia
Sebelumnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Muhammad Nur bin Musa (34) dilaporkan keluarganya meninggal di wilayah perkebunan kelapa sawit, di Kucing, Negeri Serawak, Malaysia, Minggu (16/12/2012) sekitar pukul 22.00 waktu Malaysia.

"Kami temukan sudah terluka, di leher, di kebun sawit," kata Herlina (41), kerabat tempat tinggal almarhum sebulan terakhir di Serawak, melalui sambungan telepon internasional, Senin (17/12/2012) lalu seprti dilansir dari tribunnews.

Hingga saat ini, tambah Lina, jenazah kerabat sepupunya dari Desa Bulu Cenrana, Tanru Tedong, Kecamatan Pitu Riawa, Sidrap, Sulsel ini, masih berada di kamar mayat di Hospital Kucing, Serawak.

Kasus ini, kata dia, sudah ditangani otoritas polisi dan ketertiban sipil setempat. "Polisi belum dapat kabar," kata Lina menjawab apa motif pembunuhan di perkebunan palm oil Serawak ini.

M Nur adalah korban kelima TKI yang terbunuh di Malaysia dalam satu tahun terakhir. April 2012 lalu, terungkap penembakan terhadap tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Negeri Sembilan, yang terjadi 22 Maret 2012 lalu. Ketiganya dilaporkan tewas ditembak oleh lima polisi lokal.

Dalam logat Melayu yang kental, Lina mengaku, bersama suaminya, Tahang, dia sudah melaporkan insiden ini ke Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Negeri Serawak. "Kita menanti besok, semoga orang konsulat bisa urus jenazah adik kami," katanya.

Informasi meninggalnya TKI asal Tanrutedong Sidrap ini awalnya diterima Tribun, dari Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Herman, sekitar pukul 22.30 wita semalam.

"Minta tolong kalau ada yang bisa, satu lagi TKI (keluarga saya) di Malaysia terbunuh. Kami ingin bawa jenazahnya pulang ke Indonesia," kata Herman.

Siti Hurriah, istri almarhum, Senin kemarin, sudah terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk selanjutnya menyeberang ke perbatasan Serawak, Malaysia.

"Tadi pagi sudah naik pesawat sendiri, maklum Pak, kami tak banyak uang," kata Lemong (47), kakak kandung almarhum yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Saat ditelepon, di rumah duka di kampung Alam Bulu Cenrana, terdengar suara tangis. "Kita hanya berdoa Pak, semoga pemerintah bisa bantu keluarga, untuk bawa ke sini adik kami," kata Lemong.

Almarhum Muhammad, berangkat ke Serawak, November lalu. "Baru 23 hari, katanya di sana ia kerja di perkebunan sawit. Minggu lalu masih telepon anaknya yang masih kelas 1 SD," kata Lemong.

Almarhum meninggalkan dua orang anak, yang sulung M Nur Faiz (12), adalah santri Pondok Pesantren Assadiyah Sengkang. Sedangkan Nurhalizah (6) masih duduk di kelas 1 SDN Bulu Cenrana, Sidrap.

Almarhum sempat sekolah di SMP namun tak selesai. Sebelum ke Malaysia, almarhum hanya bekerja sebagai petani sawah dan pekebun musiman. Kakaknya tidak tahu, apakah adiknya berangkat ke Malaysia, atas jasa perusahaan jasa ternaga kerja (PJTKI) resmi.

"Yang kami tahu dia berani ke Serawak, untuk temui keluarga di sana," katanya. Kampung almahum berjarak sekitar 7 km dari Tanrutedong, ibu kota kecamatan Pitu Riawa. Kampung pedalaman petani ini berada di sebelah timur kota Pangkajene, ibu kota Sidrap, jaraknya sekitar 21 km.

Dari Makassar, ibukota provinsi Sulsel, kampung yang ratusan warganya adalah "Pahlawan Devisa" di Sidrap ini berjarak sekitar 203 km.(*)

Cari Indonesiaku