Senin, 17 Desember 2012

Menkeu Bantah Setor Dana Siluman ke IMF

Agus Martowardojo. foto:kompas/riza fathoni
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo membantah bahwa pemerintah menyetor dana misterius/siluman ke Dana Moneter Internasional (IMF) senilai Rp 25,8 triliun. Itu hanya dana pinjaman ke IMF. "Itu tidak ada," kata Agus saat ditemui selepas Rapat Koordinasi tentang Lapangan Kerja di Kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Senin (17/12/2012) malam.

Menurut Agus, dana tersebut adalah dana pinjaman ke IMF. Dana tersebut saat ini berada di dalam pengelolaan Bank Indonesia. Meski bersifat pinjaman ke IMF, dana tersebut tidak langsung diberikan secara tunai ke IMF.

"Ini sifatnya standby loan, jadi itu semua ada di BI dan hanya BI yang bisa menjawab," tambahnya.
Agus juga menyebut bahwa dana tersebut bukan merupakan dana untuk menjadi anggota IMF. Agus menjelaskan bahwa dana ini hanya partisipasi negara-negara yang tergabung dalam G20 untuk memperkuat kondisi atau potensi keuangan IMF. "Dan itu kesepakatan pertemuan pemimpin G20 sejak 2008," tambahnya.

Sekadar catatan, pemerintah diketahui menyetorkan uang kepada IMF, sekitar Rp 25,8 triliun. Penyetoran ini masuk dalam item penyertaan modal laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) semester I tahun 2012.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mempertanyakan tujuan penyetoran tersebut. "Ini misterius, untuk apa setorannya, belum ketahuan," kata Direktur Riset Fitra Yenny Sucipto dalam jumpa pers di Sekretariat Fitra di Jakarta, Minggu (16/12/2012).

Menurutnya, tujuan penyetoran dana ini belum jelas. Dalam LKPP semester I tahun 2012 hanya tertulis bahwa dana triliunan rupiah itu disetorkan pemerintah ke IMF pada 2011 sebagai kewajiban keanggotaan di organisasi atau lembaga keuangan internasional maupun regional.
Setoran yang cukup besar ini, menurut Yenny, jelas merugikan keuangan negara karena belum diketahui apa keuntungan balik yang didapat pemerintah dari penyetoran tersebut.

"Seharusnya merugikan negara. Kita buktikan nanti dalam laporan LKPP di tahun berikutnya, di semester II tahun 2012 atau di semester I 2013," ujarnya.

Yenny juga menduga kalau penyertaan modal kepada IMF ini merupakan awal dari kerja sama pemerintah dengan lembaga pendanaan asing tersebut. Dia juga mengatakan, penyetoran dana ke IMF ini misterius karena tidak ditemukan dalam LKPP tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Yenny, setoran triliunan rupiah ini bukanlah pembayaran cicilan uang pemerintah kepada IMF. "Kalau pembayaran utang kan item-nya ditulis berbeda di LKPP. Kalau utang itu akan tertulis di item pembayaran utang atau belanja," katanya.

Selain ke IMF, pemerintah menyetorkan dana miliaran rupiah ke empat lembaga asing lainnya, yakni International Bank for Reconstruction Development sekitar Rp 39 miliar, International Development Association sekitar Rp 5 miliar, Multilateral Investment Guarantee Agency sekitar Rp 10 miliar, dan Common Fund for Commodities senilai Rp 2,6 miliar. Adapun total penyertaan modal untuk lima lembaga asing tersebut sekitar Rp 25,9 triliun.(*)
Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Cari Indonesiaku